Tampilkan postingan dengan label Hari Kiamat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hari Kiamat. Tampilkan semua postingan

Gambaran Al-Quran Tentang Kenikmatan-Kenikmatan di Surga


Allah Ta’ala telah menyediakan bagi orang-orang yang bertakwa dan beriman surga, yang mana tidak sembarang orang dapat masuk ke dalam surga. Surga itu begitu indah, begitu menyenangkan, dan tempat kesudahan yang terbaik bagi orang-orang yang dikehendaki Allah untuk memasukinya. Siapa yang tidak mau masuk ke dalam surga? Semua orang di dunia ini ingin memasuki surga.

Allah Ta’ala memberikan kita gambaran kenikmatan berada surga di dalam Al-Quran.

Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam tempat yang aman, (yaitu) di dalam taman-taman dan mata-air-mata-air; (Q.S. Ad-Dukhaan : 51-52)

Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin, lelaki dan perempuan, (akan mendapat) surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya, dan (mendapat) tempat-tempat yang bagus di surga 'Adn. Dan keridhaan Allah adalah lebih besar; itu adalah keberuntungan yang besar. (Q.S. At-Taubah : 72)

Yang pertama ialah surga itu memiliki taman-taman dan mata air mata air yang begitu indah, mengalahkan keindahan taman dan tempat apa saja di muka bumi ini. Di surga juga ada sungai-sungai yang luar biasa indah dan nikmatnya.

Mereka itulah (orang-orang yang) bagi mereka surga 'Adn, mengalir sungai-sungai di bawahnya; dalam surga itu mereka dihiasi dengan gelang mas dan mereka memakai pakaian hijau dari sutera halus dan sutera tebal, sedang mereka duduk sambil bersandar di atas dipan-dipan yang indah. Itulah pahala yang sebaik-baiknya, dan tempat istirahat yang indah; (Q.S. Al-Kahfi : 31)

Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang beriman dan mengerjakan amal yang saleh ke dalam surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Di surga itu mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang dari emas dan mutiara, dan pakaian mereka adalah sutera. (Q.S. Al-Hajj : 23)

Selanjutnya di surga itu orang-orang yang berada di dalamnya akan memakai sutera yang halus dan tebal dan duduk berhadap-hadapan. Perhiasannya dari emas dan mutiara. Masya Allah

demikianlah. Dan Kami berikan kepada mereka bidadari. (Q.S. Ad-Dukhaan : 54)

Dan pada sisi mereka (ada bidadari-bidadari) yang tidak liar pandangannya dan sebaya umurnya. (Q.S. Shaad : 52)

Allah juga memberikan kepada orang-orang yang berada di dalam surga bidadari-bidadari yang sungguh cantik dan menyejukkan mata, mereka bersenang-senang di dalamnya dan bebas melakukan apa saja bersama bidadari itu.

Di dalamnya mereka meminta segala macam buah-buahan dengan aman (dari segala kekhawatiran) (Q.S. Ad-Dukhaan : 55)

Di dalam surga itu terdapat segala macam makanan dan buah-buahan. Apel ada, jeruk ada, anggur ada, dan semuanya itu aman dan tidak akan ada habisnya.

mereka tidak akan merasakan mati di dalamnya kecuali mati di dunia. Dan Allah memelihara mereka dari azab neraka, (Q.S. Ad-Dukhaan : 56)

Jadi di dalam surga itu tidak akan ada lagi mati, mereka akan abadi di surga dan Allah akan memeliharanya dari azab neraka. Subhanallaah.

Diedarkan kepada mereka piring-piring dari emas, dan piala-piala dan di dalam surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan sedap (dipandang) mata dan kamu kekal di dalamnya." (Q.S. Az-Zukhruf : 71)

Di surga ada piring-piring dari emas, piala-piala dan segala yang kita inginkan.

Yang menempatkan kami dalam tempat yang kekal (surga) dari karunia-Nya; didalamnya kami tiada merasa lelah dan tiada pula merasa lesu." (Q.S. Faathir : 35)

Di dalam surga tidak ada namanya lelah dan tidak ada namanya lesu, tidak ada namanya sakit, tidak ada namanya flu dan lain sebagainya. Penghuninya tidak akan pernah mati dan akan abadi di surga

Bagi mereka di dalam surga itu apa yang mereka kehendaki, sedang mereka kekal (di dalamnya). (Hal itu) adalah janji dari Tuhanmu yang patut dimohonkan (kepada-Nya). (Q.S. Al-Furqaan : 16)

Di dalam surga seseorang bebas menginginkan apa saja yang ia kehendaki, dia bisa meminta bidadari, makanan, istana, dan lain sebagainya.

Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya. Dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) kehinaan. Mereka itulah penghuni syurga, mereka kekal di dalamnya. (Q.S. Yunus : 26)

Ini adalah kenikmatan yang melebihi nikmat berada di surga, yaitu melihat Dzat Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan mata kepala kita sendiri. Allaahu Akbar.

Dari gambaran Al-Quran saja kita sepertinya sudah terbayang begitu indah dan nikmatnya berada di surga, apalagi jikalau nanti sudah berada di surga, Maasyaa Allaah. Dasih banyak lagi kenikmatan-kenikmatan berada di surga yang lainnya. Kita berdoa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala agar kita, teman kita, keluarga kita, dan semua kerabat kita dimasukkan ke dalam surga. Aamiin Allaahuma Aamiin

Semoga bermanfaat.

Ini Dia Orang Yang Buta Pada Hari Kiamat

mata
Mata

Allah Subhanahu Wa Ta’ala adalah Tuhan kita, sudah menjadi kewajiban bagi kita untuk selalu taat dan patuh kepada-Nya.

Katakanlah (ya Muhammad): "Sesungguhnya aku dilarang menyembah sembahan yang kamu sembah selain Allah setelah datang kepadaku keterangan-keterangan dari Tuhanku; dan aku diperintahkan supaya tunduk patuh kepada Tuhan semesta alam. (Q.S. Al-Mu’min : 66)

Allah Ta’ala sudah memberikan kita banyak peringatan, perintah, larangan, dan banyak hal, tetapi banyak sekali di antara kita yang mengabaikan hal itu. Kita seakan tidak peduli dengan peringatan Allah lagi, kita merasa seakan hidup selamanya, kita merasa bahwa peringatan Allah itu tidak penting, dan masih banyak di antara kita yang lebih mengejar dunia daripada akhirat yang kekal. Ketahuilah saudara-saudaraku, orang-orang tersebut akan dibutakan oleh Allah pada hari Kiamat.

Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta." (Q.S. Thaahaa : 124)

Lalu bagaimana keadaan manusia yang dibutakan ketika itu?

Berkatalah ia: "Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat?" (Q.S. Thaahaa : 125)

Lalu Allah ‘Azza Wa Jalla melanjutkan firman-Nya.

Allah berfirman: "Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini kamupun dilupakan." Dan demikianlah Kami membalas orang yang melampaui batas dan tidak percaya kepada ayat-ayat Tuhannya. Dan sesungguhnya azab di akhirat itu lebih berat dan lebih kekal. (Q.S. Thaahaa : 126-127)

Allah telah memberi kita anugerah terbesar di dunia ini yaitu beragama Islam, tetapi kenapa kita tidak mematuhi ayat-ayat-Nya? Kenapa kita tidak merenungi apa yang ada di dalam Al-Quranul Karim?

Kami tidak menurunkan Al Quran ini kepadamu agar kamu menjadi susah; tetapi sebagai peringatan bagi orang yang takut (kepada Allah), yaitu diturunkan dari Allah yang menciptakan bumi dan langit yang tinggi. (Q.S. Thaahaa : 2-4)

Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu'min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar, (Q.S. Al-Israa’ : 9)

Maka dari itu wahai saudara-saudaraku, mari kita kembali ke jalan Allah, kita perbaiki diri kita, kita introspeksi diri kita, serta senantiasa patuh dan taat kepada-Nya.

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Q.S. Al-Hasyr : 18)


Semoga pembahasan ini bermanfaat bagi kita semua.

Semakin Hari Kita Semakin Cepat Menjumpai Ajal Kita


Wahai saudara-saudaraku, sesungguhnya takdir seluruh makhluk Allah Subhanahu Wa Ta’ala sudah ditetapkan-Nya di dalam Lauh Mahfudzh, termasuklah kebahagiaan, rezeki, jodoh, dan kematian.

Dan Allah menciptakan kamu dari tanah kemudian dari air mani, kemudian Dia menjadikan kamu berpasangan (laki-laki dan perempuan). Dan tidak ada seorang perempuanpun mengandung dan tidak (pula) melahirkan melainkan dengan sepengetahuan-Nya. Dan sekali-kali tidak dipanjangkan umur seorang yang berumur panjang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam Kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu bagi Allah adalah mudah. (Q.S. Faathir : 11)

Umur seseorang tidak akan ditambah ataupun dikurangi karena sudah ada ketetapan dari Allah Tabaraka Wa Ta’ala.

Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya. (Q.S. Al-A’raaf : 34)

Sadarkah kita saudaraku? Ketika kita sedang menikmati indahnya hidup, menikmati makanan yang enak dan lezat, menikmati kekayaan dan perhiasan kita, menikmati rumah yang mewah, semakin lama maka kita akan semakin cepat menjumpai ajal kita.

Mengapa bisa begitu? Contohnya Allah Ta’ala menetapkan usia si Fulan 24 tahun, sekarang si Fulan berusia 23 tahun. Lalu dia melewati beberapa hari dan beberapa minggu sampai suatu saat 2 hari lagi dia akan berusia 24 tahun. Bukankah semakin hari kita semakin menuju kepada ajal kita? Tentu saja iya.

Untuk lebih mudahnya kita ibaratkan diri kita seorang musafir, Jakarta adalah dunia dan Bandung adalah pintu kematian. Jadi misalnya seorang musafir melakukan perjalanan dari ke Jakarta dan berakhir di Kota Bandung. Jika dia terus berjalan dan terus berjalan berapa lama pun itu, maka semakin dekat pula musafir tersebut sampai di Kota Bandung.

Lantas apakah kita hanya duduk manis menikmati kemewahan hidup di dunia ini? Tidak saudaraku, Allah tidak menjadikan hidup untuk itu.

Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun, (Q.S. Al-Mulk : 2)

Wahai saudara-saudaraku, ingatlah bahwasannya umur kita sudah ada ketetapannya, tanpa kita menunggu pun ajal nanti akan menemui kita. Persiapkanlah bekal dengan sebaik-baiknya.


Semoga bermanfaat.

Nama-Nama Lain Hari Kiamat Pada Nama Surah Al-Quran


Hari Kiamat adalah saat di mana bumi dihancurkan dengan sehancur-hancurnya oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Di dalam Al-Quran, Allah Ta’ala menamakan beberapa Surat yang memiliki makna sama dengan Hari Kiamat. Apa saja suratnya? Mari kita lihat selengkapnya.

1. Surah Al-Waqi’ah (Surat ke-56)

2. Surah Al-Haaqqah (Surat ke-69)

3. Surah Al-Qiyaamah (Surat ke-75)

4. Surah Al-Qaari’ah (Surat ke-101)

Banyaknya nama-nama lain Hari Kiamat di Al-Quran menunjukkan huru-hara Hari Kiamat yang begitu besar. Banyak sekali peristiwa-peristiwa ataupun kejadian saat Hari Kiamat terjadi.

Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: "Bilakah terjadinya?" Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba." Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang bari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui." (Q.S. Al-A’raaf : 187)

dan apabila gunung-gunung telah dihancurkan menjadi debu, (Q.S. Al-Mursalaat : 10)

Dan masih banyak lagi, itulah salah satu tujuan Al-Quran sebagai pemberi peringatan, yaitu peringatan tentang Hari Kiamat

Tetapi mengapa mereka (orang kafir) mengatakan: "Dia Muhammad mengada-adakannya." Sebenarnya Al-Quran itu adalah kebenaran dari Rabbmu, agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang belum datang kepada mereka orang yang memberi peringatan sebelum kamu; mudah-mudahan mereka mendapat petunjuk. (Q.S. As-Sajdah : 3)

Maka dari itu saudara-saudaraku, mari kita persiapkan diri kita untuk menghadapi Hari Kiamat kelak. Karena Hari Kiamat tidak menunggu taubatmu.


Semoga bermanfaat.

Ternyata Inilah Penghuni Neraka Jahannam


Neraka Jahannam adalah neraka yang memiliki tingkatan terendah atau bisa dikatakan neraka yang paling mengerikan di antara semua tingkatan neraka (seperti Saqar, Sa’ir, Huthomah dan lain-lain). Di dalam Al-Quran Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberitahu kita siapa itu penghuni dan yang mengisi Neraka Jahannam.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman :

Dan kalau Kami menghendaki niscaya Kami akan berikan kepada tiap- tiap jiwa petunjuk, akan tetapi telah tetaplah perkataan dari padaKu: "Sesungguhnya akan Aku penuhi neraka jahannam itu dengan jin dan manusia bersama-sama." (Q.S. As-Sajdah : 13)

Jadi isi ataupun penghuni dari Neraka Jahannam ialah jin dan manusia. Jin di sini tentu saja jin yang ingkar kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai. (Q.S. Al-A’raaf : 179)

Sedangkan manusia di sini tentu saja manusia yang ingkar kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala

Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat (nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka jahannam. (Q.S. At-Taubah : 113)

maka apakah orang-orang kafir menyangka bahwa mereka (dapat) mengambil hamba-hamba-Ku menjadi penolong selain Aku? Sesungguhnya Kami telah menyediakan neraka Jahannam tempat tinggal bagi orang-orang kafir. (Q.S. Al-Kahfi : 102)

Ketahuilah bahwasannya Neraka Jahannam ialah seburuk-buruk tempat tinggal dan tempat kembali.

Dan apabila dikatakan kepadanya: "Bertakwalah kepada Allah", bangkitlah kesombongannya yang menyebabkannya berbuat dosa. Maka cukuplah (balasannya) neraka Jahannam. Dan sungguh neraka Jahannam itu tempat tinggal yang seburuk-buruknya. (Q.S. Al-Baqarah : 206)

Maka dari itulah, kita selalu berdo’a dan berusaha agar tempat kembali kita nanti adalah surganya Allah Subhanahu Wa Ta’ala.


Semoga bermanfaat.

Inilah Keadaan Gunung-Gunung Pada Hari Kiamat


Allah SWT telah menciptakan segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi ini dengan banyak hikmah dan pembelajaran bagi kita semua.

Allah menciptakan langit dan bumi dengan hak. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang-orang mukmin. (Q.S. Al-‘Ankabuut : 44)

Kali ini Ilmu Dari Al-Quran akan membahas tentang bagaimana keadaan gunung-gunung pada hari Kiamat kelak.

Dan mereka bertanya kepadamu tentang gunung-gunung, maka katakanlah: "Tuhanku akan menghancurkannya (di hari kiamat) sehancur-hancurnya, maka Dia akan menjadikan (bekas) gunung-gunung itu datar sama sekali, tidak ada sedikitpun kamu lihat padanya tempat yang rendah dan yang tinggi-tinggi. (Q.S. Thaahaa : 105-107)

Jadi para hari Kiamat nanti gunung-gunung akan dihancurkan sehancur-hancurnya, bahkan dijadikan gunung itu datar tanpa meninggalkan bekas, sehingga tidak ada lagi yang namanya tempat yang rendah dan yang tinggi. Gambaran keadaan gunung-gunung nanti pada Hari Kiamat juga dijelaskan Allah Subhanahu Wa Ta’ala di ayat yang lain.

dan apabila gunung-gunung telah dihancurkan menjadi debu, (Q.S. Al-Mursalaat : 10)

dan apabila gunung-gunung dihancurkan, (Q.S. At-Takwiir : 3)

Pada hari bumi dan gunung-gunung bergoncangan, dan menjadilah gunung-gunung itu tumpukan-tumpukan pasir yang berterbangan. (Q.S. Al-Muzzammil : 14)

dan gunung-gunung menjadi seperti bulu (yang berterbangan), (Q.S. Al-Ma’arij : 9)

Lihatlah bagaimana gambaran-gambaran tersebut saudara-saudaraku. Marilah kita selalu bersyukur kepada Allah SWT, senantiasa berada di jalan-Nya, mentaati perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Karena kita tidak tahu kapan saat itu akan tiba.


Semoga bermanfaat.

Kulit Pun Akan Menjadi Saksi Bagi Kita di Hari Kiamat


Al-Quran memberitahu kita bahwasannya semua anggota tubuh kita akan bersaksi atas kita pada hari Kiamat nanti.

Allah SWT berfirman :

pada hari (ketika), lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan. (Q.S. An-Nuur : 24)

Bahkan kulit kita pun akan berbicara dan menjadi saksi atas segala yang kita perbuat.

Dan mereka berkata kepada kulit mereka: "Mengapa kamu menjadi saksi terhadap kami?" Kulit mereka menjawab: "Allah yang menjadikan segala sesuatu pandai berkata telah menjadikan kami pandai (pula) berkata, dan Dia-lah yang menciptakan kamu pada kali pertama dan hanya kepada-Nya lah kamu dikembalikan." (Q.S. Fushshilat : 21)

Tetapi hanya mulutlah yang tidak diizinkan Allah SWT untuk menjadi saksi atas kita, karena mulut nanti akan berbohong tentang apa yang telah kita perbuat.

Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan. (Q.S. Yaasiin : 65)

Maka dari itu saudaraku semuanya, kita harus mempersiapkan untuk menghadapi itu semua. Bagaimana caranya? Dengan senantiasa berada di jalan Allah SWT, memperbanyak amal ibadah, dan menjauhi segala yang dilarang Allah SWT.


Semoga bermanfaat.

Ayat-Ayat Al-Quran Tentang Tiupan Sangkakala


Di dalam Al-Quran, Allah SWT beberapa kali menyebut tentang terompet sangkakala. Yang bertugas meniup terompet sangkakala ialah Malaikat Israfil. Sangkakala ditiup sebanyak dua kali (ini menurut pendapat yang paling kuat). Tiupan pertama disebut nafkhotul faza’ ash-sha’qi yaitu tiupan yang menyebabkan kepanikan ataupun terkejutnya semua makhluk sehingga menyebabkan semua makhluk mati.. Dan tiupan yang kedua disebut nafkhotul ba’tsi wan nusyuur, yaitu tiupan dibangkitkannya seluruh makhluk. Al-Quran juga menerangkan kejadian dan bagaimana keadaan ketikga sangkakala ditiup. Berikut adalah ayat-ayatnya.

1. Surah Thaahaa ayat 102

(yaitu) di hari (yang di waktu itu) ditiup sangkakala dan Kami akan mengumpulkan pada hari itu orang-orang yang berdosa dengan muka yang biru muram;  

Maksud ayat ini adalah tiupan sangkakala yang kedua, yaitu tiupan untuk membangkitkan manusia dari kuburnya atau menghidupkannya kembali.

2. Surah Az-Zumar ayat 68

Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing).

Ayat ini berbicara tentang tiupan sangkakala yang pertama dan yang kedua.

3. Surah Al-An’aam ayat 73

Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dengan benar. Dan benarlah perkataan-Nya di waktu Dia mengatakan: "Jadilah, lalu terjadilah", dan di tangan-Nyalah segala kekuasaan di waktu sangkakala ditiup. Dia mengetahui yang ghaib dan yang nampak. Dan Dialah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.

Ayat ini menunjukkan kekuasaan Allah SWT pada saat sangkakala ditiup.

4. Surah Al-Kahfi ayat 99

Kami biarkan mereka di hari itu bercampur aduk antara satu dengan yang lain, kemudian ditiup lagi sangkakala, lalu Kami kumpulkan mereka itu semuanya,

5. Surah Al-Mu’minuun ayat 101

Apabila sangkakala ditiup maka tidaklah ada lagi pertalian nasab di antara mereka pada hari itu, dan tidak ada pula mereka saling bertanya.

Pada hari kiamat, manusia tidak dapat tolong menolong walaupun dalam kalangan sekeluarga.

6. Surah An-Naml ayat 87

Dan (ingatlah) hari (ketika) ditiup sangkakala, maka terkejutlah segala yang di langit dan segala yang di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Dan semua mereka datang menghadap-Nya dengan merendahkan diri.

Ayat ini berbicara tentang tiupan sangkakala yang pertama.

7. Surah Qaaf ayat 20

Dan ditiuplah sangkakala. Itulah hari terlaksananya ancaman.

8. Surah Al-Haaqqah ayat 13

Maka apabila sangkakala ditiup sekali tiup.

Ayat ini berbicara tentang tiupan pertama sangkakala.

9. Surah Al-Muddatstsir ayat 8

Apabila ditiup sangkakala,

10. Surah An-Naba’ ayat 18

yaitu hari (yang pada waktu itu) ditiup sangkakala lalu kamu datang berkelompok-kelompok,

Ayat ini menggambarkan kejadian ditiupkannya sangkakala yang kedua.

11. Surah ‘Abasa ayat 33

Dan apabila datang suara yang memekakkan (tiupan sangkakala yang kedua),

Wahai saudara-saudaraku, untuk itu marilah kita perbanyak amal dan ibadah kepada Allah SWT, karena kita tidak tahu kapan akan datang. Persiapkan bekal sebaik dan sedini mungkin.


Semoga bermanfaat.